Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 13 April 2008

PRULINK, apa itu?

PRULINK, KOPI SUSU RACIKAN PRUDENTIAL
Oleh: Eko Endarto

Dikutip dari Tabloid Bisnis Uang

Mungkin Anda tidak menyukai kopi karena mengandung kaffein, atau menghindari susu yang menggemukkan ? Maka buat aja kopi susu. Ya campuran antara kedua bahan utama yang mengahasilkan produk baru yang saling melengkapi; lebih sehat, enak dan tidak membuat gemuk.

Dalam perkembangan dunia asuransi juga diciptakan produk kopi susu yaitu campuran antara dua manfaat yang menghasilkan satu produk yang saling melengkapi yang dinamakan Unit Link.
Saat ini kita akan membahas dan membedah produk unit link racikan dari prudential yang bernama prulink.

Apa itu Unit Link Prulink ?

Prulink adalah produk unit link dari perusahaan

asuransi jiwa Prudential perusahaan yang berbasis di Inggris dan telah malang melintang lebih dari 100 tahun di dunia asuransi dan 10 telah tahun berkiprah di Indonesia. Keistimewaan Produk unit link seperti Prulink adalah produk asuransi jiwa ini juga mengandung investasi yang memungkinkan kita untuk memperoleh hasil atas investasi kita. Jadi selain memberikan manfaat berupa uang pertanggungan dalam jumlah tertentu pada saat terjadi kematian, produk ini juga memberikan manfaat lain yaitu hasil investasi yang bisa dinikmati dan dapat diambil oleh penerima manfaat pada waktu yang telah ditentukan sesuai kesepaktan. Sehinnga penarikan manfaat investasi dapat dilakukan sesuai kebutuhan misalnya untuk anak sekolah, diambil saat pensiun dan sebagainya. Selain itu, ada banyak kelebihan yang diberikan bila Anda mengambil produk ini yaitu tambahan proteksi bebas pembayaran premi bila Anda terindikasi terkena 24 jenis penyakit kritis, dan juga pembayaran uang pertanggungan asuransi jiwa dan nilai tunai bila yang bersangkutan meninggal atau cacat tetap, asuransi kecelakaan, pembebasan pembayaran premi oleh pasangan bila pemegang polis meninggal atau cacat dan beberapa manfaat lainnya yang tentunya disesuaikan dengan premi yang Anda bayarkan. Jadi kalau disingkat, prulink memberikan manfaat berupa uang pertanggungan bagi jiwa Anda, beberapa manfaat tambahan seperti kecelakaan, pembebasan premi dan lain sebagainya, dan juga memberikan kemungkinan pendapatan dari hasil investasi. Waw apa nggak lengkap tuh ?

Mekanisme kerjanya

Produk ini dijual dalam bentuk paket yang mendompleng jualan produk asuransi jiwa. Jadi kalau anda membeli produk ini maka sebagian premi yang anda bayarkan akan dialokasikan untuk asuransi jiwa anda dan sebagian lagi untuk diinvestasikan oleh manajer investasi perusahaan. Kemana investasinya ?

Sampai saat ini prulink terbit dengan 5 jenis investasi yaitu :

  1. Prulink Rupiah Managedfund, Memaksimalkan dana investasi investasi pada Obligasi,saham dan pasar uang Rupiah
  2. Prulink USD Managedfund, Memaksimalkan dana investasi pada Obligasi,saham dan pasar uang USD.
  3. Prulink equityfund, Memaksimalkan dana investasi Anda pada saham
  4. Prulink Fixed income fund, Memaksimalkan dana investasi Anda pada obligasi, surat hutang pemerintah
  5. Prulink Rupiah cash fund, Memaksimalkan dana investasi anda pada investasi likuit seperti SBI,deposito perbankan atau pasar uang.
Nah disini Anda diberi kebebasan untuk memilih, dana investasi Anda akan diinvestasikan di produk prulink mana. Tentunya tiap produk memiliki tingkat pendapatan dan risiko yang berbeda-beda sehingga harus disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko Anda.Ini yang biasanya tidak dijelaskan dengan rinci yaitu adanya risiko yang harus ditanggung atas pemilihan asuransi ini.

Tidak konsisten

Sebagai suatu produk asuransi seharusnya produk investasi adalah ikutan dari produk utamanya yaitu asuransi jiwa. Tapi dalam kenyataannya, investasi menjadi jualan pokok yang dilakukan oleh para agen. Ya, investasi yang ditambah dengan asuransi jiwa bukan sebaliknya. Ini tidak masalah asalkan penjualan tersebut juga disertakan dengan gambaran atau penjelasan tentang risiko yang bisa timbul. Kenapa? Karena pada dasarnya produk ini adalah produk reksadana yang dijual satu paket dengan asuransi jiwa. Jadi perlu diketahui bahwa risiko produk ini adalah sama dengan bila Anda memiliki reksadana.Bahkan mungkin dengan tingkat pengembalian yang lebih kecil. Penjelasannya begini pada Prulink setoran investasi anda dialokasikan sebagian ke produk asuransi. Dan sebagian lagi ke produk reksadana mereka. Nah bandingkan bila nilai premi yang Anda bayarkan diinvestasikan langsung ke Reksadana atau asuransi yang khusus jiwa, hasilnya pasti lebih besar. Toh risiko untuk Anda sama.

Kesimpulan

Sebagai produk yang diterbitkan oleh asuransi, kesan bahwa perusahaan ini menawarkan proteksi telah kabur akibat adanya manfaat investasi yang lebih keras gaungnya. Sebagai seorang nasabah, prinsip kehati-hatian juga diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan. Bila memang bertujuan investasi, Anda bisa saja melakukannya langsung ke produk investasi yang memiliki manfaat dan risiko investasi di unit link yaitu reksadana. Bila Anda bertujuan untuk mengambil proteksi, ini pun dapat dilakukan dengan mengambil produk yang memiliki manfaat proteksi setara yaitu asuransi jiwa baik itu whole life maupun term life. Tapi kalau memang senang dengan campuran keduanya? Nggak salah juga sih, Anda tetap bisa memilih Prulink. Toh seperti kalimat pembuka di atas, kopi susu juga ok kok.

Read More ..

Kamis, 10 April 2008

Anak & Kebiasaan Menabung

Dikutip dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (InSchoOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.

Anak & Kebiasaan Menabung

Pernah mendengar sebuah lagu dengan judul "Ayo menabung" (kalau tidak
salah) yang dikarang oleh Titik Puspa? Kami sangat yakin, Anda pernah
mendengarnya. Menabung merupakan sebuah kebiasaan yang harus
ditanamkan dan dimulai sejak dini. Kebiasaan menabung akan sangat
sulit dilakukan bila semana kecil dan remaja Anda tidak terbiasa
dengan pola menabung atau menyisihkan sebagian uang untuk masa depan.


Banyak orang dewasa tidak tahu cara menangani uang dengan benar
karena ketika masih kanak-kanak mereka jarang atau tidak
diperkenalkan dengan permasalahan uang. Orangtua merekalah yang
melakukan semua kegiatan mulai dari berbelanja sampai menabung. Anda
tidak diberikan kesempatan untuk mempelajari persoalan uang, padahal
selama kehidupan tentunya Anda tidak akan terpisahkan dengan masalah
uang.

Sekarang, Anda sebagai orang tua, Jika ingin anak-anak Anda tumbuh
besar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab secara finansial,
menurut kami Anda harus membiarkan mereka sering menangani atau
berinteraksi dengan uang. Di usia dini, mereka perlu mempelajari cara
kerja bank dan mengetahui alasan mengapa mereka perlu menyimpan uang
di bank secara teratur. Mereka juga perlu mengembangkan kebiasaan
menabung uang untuk pembelian yang lebih besar. Berbagai pelajaran
ini akan membantu anak-anak Anda mengembangkan pemahaman yang jauh
lebih menyeluruh mengenai uang dan cara mengelolanya.

Perkenalkan Pola Menabung yang Baik

Menurut hemat kami, bila Anda memberikan uang saku setiap bulannya kepada anak-anak Anda, sebaiknya juga diberikan sebuah sebuah cara atau pola perencanaan dalam menggunakan uang dari uang saku bulanannya secara konstruktif. Bila tidak maka mereka hanya akan menganggap bahwa uang hanyalah sebuah mainan—yang mereka bisa mainkan dan gunakan.

Dibutuhkan sebuah pandangan dengan memperkenalkan tujuan jangka panjang yang diinginkan oleh anak Anda. Tujuan ini bisa berupa barang yang sangat diinginkannya tentunya dengan menyisihkan sebagian dari uang saku bulannya dan ditabung dalam tabungan. Sebagai contoh, bila anak Anda menginginkan sepeda yang diidamkannya.

Maka Anda bisa memberikan gambaran seperti ini, harga sepeda kira-kira Rp 250 ribu dan dengan uang saku setiap bulannya Rp 100 ribu maka berikan gambaran bahwa mereka bisa mencoba untuk menyisihkan Rp 25 ribu setiap bulannya dan setelah 10 bulan akan terkumpul uang sejumlah harga dari sepeda yang diinginkan. Bila terjadi di mana harga dari sepeda naik, maka Anda sebagai orang tua dapat membantunya dengan menambahkan kekurangannya.

Dengan mengajarkan pola seperti ini maka secara langsung memberikan
pandangan kepada mereka bahwa bila mereka menginginkan sesuatu yang
besar di depan maka mereka harus memilih untuk menunda penggunaan
uang yang dihasilkan dan menyisihkannya serta menginvestasikannya
untuk kebutuhan di depan tersebut atau melupakan tujuan masa
depannya. Dengan begitu mereka akan merasa memiliki prioritas dan
dengan keputusan yang diambil akan memberikan konsekuensi yang
berbeda-beda.

Kebiasaan menabung yang baik dimulai sejak dini. Untuk itu kami
melihatnya pentingnya Anda sebagai orang tua untuk memperkenalkan
bank atau produk perbankan kepada anak-anak Anda, sehingga mereka
dapat mengembangkan kebiasaan menabung. Dalam memperkenalkan bank
kepada anak-anak, kami melihat beberapa prinsip kunci yang sebaiknya
dipertimbangkan.

Menabung Teratur Kebiasaan Hidup

Dalam pembahasan kami beberapa waktu lalu, dimana Anda sudah
memberikan uang saku baik bulanan maupun mingguan secara rutin
sebagai uang jajan mereka. Jika Anda telah melakukan hal ini, berarti
anak-anak Anda sudah bisa diperkenalkan dengan pola menabung, yaitu
menyisihkan sejumlah tertentu dari uang saku yang mereka setiap
minggu atau bulannya dalam rekening tabungan si anak.

Buatlah rencana untuk menyetorkan tabungan ini ke bank sekitar
sebulan sekali, mereka perlu merasa nyaman pergi ke bank dan memahami
bahwa tempat itu adalah sebuah lembaga yang bisa membantu mereka
apabila digunakan dengan benar.

Biarkan si Anak Melakukannya

Dalam kaitannya dengan perbankan, biarkan anak Anda melakukan
penarikan dari atau penyetoran ke rekening banknya sendiri. Awalnya,
pasti perlu didampingi oleh Anda. Biarkan dia mengisi slip
penyetoran/ penarikan, antre, dan menghitung uangnya (dengan bantuan
Anda) setiap kali mereka melakukan transaksi di bank. Anak-anak yang
lebih besar bisa diperkenalkan dengan ATM, tapi yang terpenting
adalah anak Anda harus belajar bagaimana berhubungan dengan teller
(kasir bank) bilamana ingin mengambil atau menyetor uangnya.

Anak Anda perlu mengembangkan keterampilan untuk menegosiasikan
masalah uang secara langsung dengan orang, tidak dengan mesin! Dalam
kehidupan selanjutnya, keterampilan menegosiasikan masalah keuangan
pasti akan sangat bermanfaat bilamana mereka akan meminjaman uang
untuk membeli mobil, agunan, dan pendanaan bisnis dengan orang-orang.
Langkah ini penting untuk membangun keyakinan anak Anda berkaitan
dengan keuangan.

Gunakan Buku Tabungan

Ketika Anda pergi ke bank untuk membuka rekening bagi anak Anda,
mintalah sebuah buku tabungan. Dengan buku tabungan, anak Anda akan
bisa melihat setiap penyetoran dan penarikan yang terjadi, dan akan
memegang sesuatu yang terasa nyata. Pengalaman ini akan meningkatkan
kesadarannya terhadap proses perbankan. Dan dengan begitu mereka
dapat melihat pertumbuhan dari jumlah dana yang mereka tabung.

Bilamana Anda dana anak-anak Anda membuka rekening tabungan, ada
baiknya Anda menjelaskan secara umum beberapa hal berikut ini
mengenai bank dan menabung, misalnya, Anda menjelaskan mengenai
menabung uang untuk pembelian barang-barang yang mahal harganya di
masa depan. Atau Anda dapat menjelaskan dengan menabung di bank, uang
mereka akan lebih aman dan tidak hilang atau dicuri orang. Anda juga
bisa menjelaskan pertumbuhan uang yang mereka simpan karena adanya
bunga dan lain-lain.

Kartu ATM, Jangan Dulu

Ketika Anda membuka rekening tabungan untuk anak Anda bersama dengan
mereka, bank akan menawari Anda sebuah kartu ATM atau debit card.
Kami menyarankan Anda tidak menerimanya. Anak-anak yang masih kecil
tidak siap untuk menggunakan kartu ATM atau debit card. Mereka perlu
memahami dan menangani uang dengan cara yang praktis sebelum
melangkah ke sistem elektronik.

Kartu ATM membuat anak-anak bisa melakukan transaksi tanpa mengetahui
dari mana asal uangnya. Sebagai contoh, salah satu dari rekan kami,
pernah bercerita mengenai anaknya yang baru berusia tujuh tahun sebut
saja Anto. Ketika sedang jalan-jalan di mal, Anto merengek, minta
dibelikan mobil-mobilan. Teman kami itu mengatakan bahwa di dompet
papa tidak ada uang untuk membeli mobil-mobilan tersebut, lalu si
Anto menyuruh papanya mengambil "uang gratis", sambil menunjuk ke
sebuah mesin ATM dari salah satu bank. Hal ini sering kali kami
temukan, dimana anak-anak tidak diperkenalkan dengan beanr mengenai
ATM dan kegunaannya.

Satu hal lagi, kartu ATM membuat tabungan anak-anak terlalu mudah
diambil, dan mereka akan mengurasnya sampai habis. Kartu ATM juga
akan merusak kebiasaan menabung yang sedang Anda coba tanamkan.
Catatan: kartu ATM harus diperkenalkan kepada anak-anak Anda ketika
mereka memasuki masa remaja.

Tentukan Batas Maksimum Uang Belanja Harian

Meskipun anak Anda menyetor tabungan ke bank, ia mungkin mengumpulkan
uang tambahan dengan menabung uang belanja hariannya dan uang
hadiahnya. Jika jumlah uang di dompetnya menjadi terlalu banyak, ia
juga harus memasukkan kelebihannya ke dalam bank.

Saya anjurkan Anda menentukan batas maksimum di dalam dompetnya
sebesar Rp. 50 ribu, atau Rp. 100 ribu, atau sebanyak uang saku
selama dua minggu. Uang sejumlah ini akan cukup untuk membeli
beberapa barang yang cukup bagus tanpa perlu melakukan penarikan uang
dari bank.

Ada baiknya Anda juga memperkenalkan mereka dengan pola anggaran
kebutuhan yang harus mereka penuhi selama satu minggu. Dengan begitu
mereka bisa menganggarkan uang jajannya untuk kebutuhan satu minggu
sehingga mereka tidak perlu bolak-balik terlalu sering ke bank. Hal
ini akan sangat membantu mereka untuk melihat kebutuhan yang harus
mereka penuhi dengan uang jajan yang mereka terima.

Hindari Biaya Bank yang memberatkan

Sebagian besar bank mempunyai rekening tabungan khusus untuk anak-
anak. Rekening ini biasanya tidak dikenai biaya (administrasi) atau
dengan biaya administrasi yang lebih murah. Jadi, pastikan Anda
membuka rekening anak-anak untuk anak-anak Anda. Jika Anda
menggunakan rekening orang dewasa, biaya bank bisa dengan cepat
mengikis sejumlah kecil uang yang ditabung anak-anak Anda.

Dalam kaitannya dengan membangun kebiasaan menabung, yang terpenting
adalah membiasakan anak-anak Anda untuk menyisihkan uang sakunya dan
dialokasikan atau ditempatkan ke bank secara regular, misalnya
sebulan sekali.

Jangan Terlalu Mempermasalahkan Bunga

Bunga rekening tabungan semakin hari semakin rendah saja. Ketika kami
masih kecil dulu, memperoleh uang sebesar Rp1000 sudah banyak, uang
tersebut bisa digunakan untuk sesuatu yang cukup berharga. Namun
sekarang, tak banyak yang bisa Anda beli dengan uang Rp1000. Jadi,
jangan terlalu mempermasalahkan bunga yang diperoleh dari tabungan
anak-anak Anda. Pada tahap ini, yang penting adalah membantu mereka
menabung secara teratur dan membangun kebiasaan yang baik tersebut.

Demikianlah uraian singkat kami kali ini seputar menabung dan produk
perbankan yang dapat dijadikan sebagai alat belajar bagi anak-anak
Anda. Bangun kebiasaan menabung anak-anak Anda dengan membiasakan
mereka untuk berinteraksi dengan uang yang sudah Anda berikan kepada
mereka. Semoga uraian singkat ini bermanfaat.

Read More ..

Rabu, 09 April 2008

Buy Investasi, Get Free Asuransi

Dikutip dari JIKA ASURANSI KAWIN DENGAN REKSA DANA (kontan - Edisi Khusus - September 2007)

Unit link adalah kombinasi produk asuransi dan reksadana. Selain mendapatkan perlindungan, nasabah berhak memperoleh imbal hasil. Ingat, ada resiko dalam produk ini.
Anda mungkin juga sudah mendapatkan tawaran produk unit link, baik dari teman, pacar, istri, bos atau tenaga penjual asuransi yang cantik-cantik itu. Perusahaan asuransi memang sedang semangat – semangatnya menawarkan unitlink lewat puluhan ribu agen pemasarannya. Lantaran yang menawarkan adalah orang dekat atau si agen manis seringkali kita merasa tidak enak menolak. Padahal kita belum tahu betul apa sebetulnya unitlink. Unit link adalah suatu produk turunan asuransi yaitu asuransi yang didalamnya terdapat unsur investasi. Jadi selain mendapatkan proteksi asuransi, anda juga mendapatkan inbal hasil investasi. Unitlink adalah onestop shoping yaitu gabungan asuransi dan reksadana. Kata Ade Bungsu, Assistant Vice President PT. Prudential Life Assurance. Jika dilihat dari sisi perlindungan, sebenarnya unitlink tidak jauh berbeda dengan produk asuransi konvensional. Jenis perlindungannya pun sama. Mulai dari asurasi jiwa, kesehatan, kecelakaan, penyakit kritis hingga cacat tetap. Bedanya dengan asuransi biasa, nasabah tidak perlu berpikir kemana perusahaan asurasni memutarkan uangnya. Dengan kata lain nasabah tidak punya control kemana duitnya diputarkan. Yang penting pada saat klaim, asuransi membayar uang pertanggungan atau seluruh manfaat yang dijanjikan.

BEDA ORANG BEDA PULA UNITLINK NYA



Sebaliknya di unitlink nasabah memiliki kebebasan menentukan sendiri berapa besar porsi asuransi perlindungan dan porsi investasinya. Jika inging mengejar imbal hasil, perbanyaklah alokasi premi untuk investasinya. Begitu pula sebaliknya. Nasabah juga bebas memilih instrument investasi, umumnya investasi unitlink berbentuk reksadana. Disini dana investor dikelola menajer investasi dan nilainya di pecah – pecah dalam satuan unit. Naik turunnya imbal hasil invesatsi tampak pada naik turunnya harga unit tersebut. Persis seperti reksadana, pilihan investasi pada unitlink terdiri dari saham, pendapatan tetap, pasar uang, ada perusahaan yang menawarkan unitlink dalam dolar. Jenis investasi unitlink harus kita sesuaikan dengan umur jangka waktu investasi, dan karakter resiko kita. Contoh nasah yang muda, siap berinvestasi jangka panjang dan kuat memikul resiko,bisa memilih unitlink yang bermain disaham.

PREMI AWAL UNTUK MENUTUP BIAYA

Selain berdasarkan jenis investasi, unitlink juga bisa kita bedakan berdasarkan pembayaran preminya yaitu tunggal dan berkala. Dalam premi tunggal investor harus membayar sekaligus”cukup sekali didepan selanjut nya nasabah tidak perlu bayar premi lagi” kata Azwin Arifin, Direktur Teknik dan Operasional PT. BNI Life Insurance. Skema pmbayaran premi tunggal ini lebih cocok bagi seseorang yang telah mapan secara financial, sebab premi tunggal umumnya cukup besar. Untuk premi berkala, ivesstor membayar premi secara bertahap atau mencicil setiap bulan selama jangka waktutertentu. Skema ini cocok untuk investor yang ingin mendapatkan perlindungan sekaligus investasi tapi terpentok pada masalah dana. Dalam unitlink setoran dana nasabah alias premi tadi dialokasikan pada dua hal, yakni untuk premi asuransi dan investasi. Untuk mudahnya kita ambil sebuah contoh: dudung membeli unitlink dengan berkala sebesar Rp. 500.000 perbulan dari PT. Panjang Umur. Dengan membayar premi, dudung saat ini berusia 28 tahun akan mendapatkan perlindungan kesehatan dan jiwa hingga usianya 70 tahun. Masa perlindungan asuransi berbeda-beda. Ambil contoh manulife melindungi nasabah unitlink hingga usia 70 tahun, sedangkan prudential memberi perlindungan hingga nasabahnya berusia 99 tahun. Boleh dicatat, meski sudah menentukan pilihan investasi sedari awal, namun pada tahun pertama tidak semua atau sama sekali tidak ada premi yang dialokasikan untuk investasi, sebab perusahaan asuransi menggunakannya untuk membayar segala biaya “dalam asuransi disebut biaya akuisisi” ujar Hans. Soal biaya akuisisi ini masing-masing perusahaan asuransi punya ketentuan sendiri, missal mengutip biaya akuisisi 100% ditahun pertama, 60% ditahun kedua, dan 15% ditahun ketiga hingga kelima. Baru pada tahun keenam nasabah bebas dari biaya itu. Kembali ke contoh dudung tadi, taruh kata pada usia 50 tahun, dudung meninggal dunia, maka ahli warisnya berhak atas uang pertanggungan plus uang investasi berikut imbal hasilnya.

BOLEH PINDAH – PINDAH KERANJANG.

Seperti halnya reksadana, jika punya dana lebih, nasabah unitlink dapat menambah dana segar dalam unitlinknya. Ini yang dinamakan top up. Seluruh dana top up akan dialokasikan untuk investasi. Tapi setiap kali melakukan top up nasabah harus membayar biaya. Di Prudential, misalnya , biayanya 5% dari total dana yang dimasukan. Bila tidak puas dengan kinerja unitlink yang pertama, anda bisa berpindah kejenis investasi yang lain. Katakanlah anda merasa unitlink yang ditanamkan pada keranjang pendapatan tetap tidak memberikan hasil optimal, anda bisa memindahkan ke produk campuran obligasi atau saham saja. Biasanya perusahaan asuransi memberikan kesempatn perubahaan alias swithching gratis selama dua hingga empat kali dalam setahun. Selebih dari itu nasabah harus bayar biaya pengalihan. Perusahaan asuransi akan memberikan lapoeran mengenai perkembangan investasi langsung pada nasabah dalam jangka waktu tertentu. Ada yang setiap bulan, tiap enam bulan atau sekali setahun. Tapi karena investasinya sama dengan reksadana, nasabah dapat memantau hasil investasi dari nilai aktiva bersih (NAB) “pergerakan NAB harian bisa dilihat dimedia masa” tambah Ade. Saying belum semua perusahaan asuransi mengumumkan perubahaan NAB setiap hari. Masih ada yang mengumumkannya 3 kali seminggu. Bagaiman kalau mendadak kita butuh uang? Nasabah bisa menarik dana investasinya di unitlink. Tapi tentunya bakal ada biaya yang harus ditanggung nasabah. Nilainya tergantung kebijakan masing – masing perusahaan asuransi. Selain itu, nasabah yang telah melewati periode tertentu berhak menikmati fasilitas cuti premi. Artinya, nasabah tidak perlu membayar premi asuransi lagi. Perusahaann asuransi akan memotong biaya asuransi dari investasi yang telah anda tanamkan. Tentunya untuk itu ada beberapa persyaratan. Antara lain, biaya akuisisi yang menjadi hak perusahaan asuransi telah usai dan ada saldo investasi yang bisa dipotong, tapi cuti premi ini bisa mengakibatkan investasi anda tergerus secara perlahan – lahan.

SESUAIKAN PREMI DENGAN ISI KANTONG

Jika tertarik pada produk ini, ada beberapa hal yang anda harus perhatikan. Pertama unitlink adalah asuransi yang mencakup asuransi bukan sebaliknya. “ingat apapun wujudnya, unitlink tetaplah produk asuransi” ujar Aidil Akbar Madjid, seorang perencana keuangan. Karena itu sebaiknya porsi dana untuk investasi anda cukup memadai untuk menutup kebutuhan asuransi anda sekeluarga. Tapi jangan juga jor-joran. Pilih lah perlindungan sesuai dengan kebutuhan. Makin banyak perlindungan tambahan makin mahal preminya. Kedua, sesuaikan premi anda dengan pendapatan. Jangan sampai premi anda putus ditengah jalan dan anda kehilangan perlindungan asuransi ditahun pertama dan kedua dana investasi di unitlink masih kecil dan mungkin belum cukup menutup premi. Ketiga, disini juga berlaku hokum besi investasi; semakin tinggi imbal hasil, semakin tinggi resikonya. Jadi ada resiko investasi yang habis, kalau terjadi, masa cuti premi anda akan berakhir. Anda harus membayar premi lagi agar tetap mendapat perlindungan asuransi. Keempat, unitlink merupakan instrument jangka panjang “lima tahun dalam unitlink baru bisa disebut jangka menengah” kata Hans. Kalau horizon anda pendek, unitlink tidak cocok untuk anda. Nah setelah kenal dekat dengan unit link, anda bisa memilih unit link sesuai dengan kebutuhan, sekaligus biar nyambung kalau diajak ngobrol sama agen asuransi.

Read More ..

BERKELIT DARI RISIKO DENGAN ASURANSI

Dikutip dari BERKELIT DARI RISIKO DENGAN ASURANSI

Salah satu konsekuensi dari pekerjaan saya sehari-hari adalah diminta memberikan seminar tentang perencanaan keuangan, di Jakarta maupun luar Jakarta. Dalam proses di perjalanan menuju tempat seminar, baik lewat darat maupun lewat udara, saya seringkali berpikir bahwa kadang-kadang kematian bisa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Suatu hari, misalnya, saya harus memberikan seminar di Kolaka, tepatnya 3 jam jalan darat sebelah barat Kendari, ibukota Sulawesi Tenggara. Nah, untuk mencapai Kendari, saya harus naik pesawat dari Jakarta menuju Makassar yang lama perjalanannya sekitar 2 jam, kemudian dari situ saya harus berganti pesawat dan terbang lagi selama 1 jam ke timur, barulah saya akan mendarat di Kendari.


Semuanya lancar-lancar saja, sampai 8 hari kemudian saya mendapat kabar bahwa pesawat yang sama seperti yang mengangkut saya, dengan jalur Makassar – Kendari, tergelincir di landas pacu bandara di Makassar karena pecah ban. Dan peristiwa itu terjadi pada hari minggu, hari yang sama seperti penerbangan saya seminggu sebelumnya.

Di Jakarta misalnya, kalau kita menyempatkan diri naik angkutan umum, bukan satu dua kali saya menemukan banyaknya pengemudi angkutan umum yang menyetir gila-gilaan sehingga membahayakan penumpang maupun pengendara lain.

Dari pemaparan tersebut tergambar, yang namanya risiko ternyata sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Risiko apa? Wah, macam-macam. Di atas tadi adalah risiko-risiko yang bisa mengancam jiwa kita. Tapi selain itu, ada juga sih risiko yang bisa mengancam kesehatan kita, seperti sakit. Sakit itu menyebalkan, bukan? Mau kerja tidak bisa, tapi senang-senang juga tak bisa. Belum lagi kalau gara-gara sakit itu kita mesti bayar dokter, obat, bahkan rumah sakit.

Jadi, risiko itu sangat dekat dengan hidup kita sehari-hari. Ada 5 jenis risiko yang paling sering terjadi:
1. Kematian
2. Kecelakaan
3. Sakit
4. Musibah pada Properti (Rumah dan Kendaraan),
5. PHK (kalau Anda karyawan), dan Kebangkrutan (kalau Anda pengusaha)

Profesi ibu rumah tangga pun tak luput dari risiko, lho. Sepanjang Anda masih disebut ‘manusia’, Anda tetap punya kemungkinan mengalami risiko-risiko tadi. Bahkan jangan lupa, kalaupun Anda seorang ibu rumah tangga, tapi toh di sini seringkali suami Andalah yang memberi nafkah di keluarga kan? Sekarang bayangkan, apa yang terjadi kalau terjadi apa-apa pada suami Anda? Kalau Anda sakit misalnya, maka tugas sebagai ibu rumah tangga yang biasa Anda lakoni mungkin akan terbengkalai. Tapi kalau suami yang mengalami sakit, itu berarti dia bakal tidak masuk kerja. Di beberapa kantor, kalau tidak masuk kerja lebih dari sekian hari, bisa-bisa dipotong gajinya.

Jadi jangan merasa bahwa risiko-risiko di atas tadi tidak akan terjadi pada Anda. Anda bisa tetap mengalami risiko itu, tapi suami Anda mungkin akan lebih besar lagi kemungkinannya.

Pentingnya Proteksi

Banyak diantara kita yang tidak suka risiko. Tapi masalahnya, risiko mengintai tanpa kita minta. Setiap kali Anda bepergian, misalnya, pasti ada saja risiko kecelakaan yang mengancam. Setiap saat umur Anda pun bisa dipanggil Tuhan, bahkan dalam tidur sekalipun. Bahkan rumah Anda pun juga bisa kebakaran. Jadi mesti tak suka, kita selalu hidup berdampingan dengan risiko.

Nah, di sinilah perlunya proteksi. Maksudnya, apapun yang Anda lakukan, Anda harus selalu punya proteksi. Arti proteksi adalah bahwa kalau terjadi risiko pada Anda, Anda atau keluarga Anda sudah siap untuk membayar konsekuensinya yang biasanya membutuhkan uang.

Contohnya, jika Anda meninggal, maka pasangan Anda akan mendapatkan penggantian uang yang bisa digunakan oleh keluarga Anda untuk membayari kebutuhan pemakaman dan hidup keluarga Anda ke depan. Itulah proteksi. Jadi, jika Anda meninggal, maka Anda enggak akan menyusahkan orang.

Nah, salah satu proteksi yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengambil asuransi. Prinsip asuransi sebenarnya sederhana, dimana Anda mengikat janji/kontrak dengan pihak ketiga (dalam hal ini perusahaan asuransi), dimana di kontrak itu tertulis bahwa kalau Anda mengalami risiko - yang disebutkan di dalam kontrak itu – maka Anda akan mendapatkan uang penggantian yang sering disebut dengan nama Uang Pertanggungan.

Untuk bisa membuat kontrak itu berjalan, Anda harus membayar sejumlah iuran tertentu yang disebut premi, dimana ujung-ujungnya, kalau terjadi musibah, maka premi yang Anda bayarkan akan jauh lebih murah dibanding ganti rugi yang Anda dapatkan.

Ada 3 asuransi yang sebaiknya Anda ambil:
1. Asuransi Jiwa, yang siap memberikan penggantian kalau terjadi risiko kematian pada Anda.
2. Asuransi Kesehatan, yang bakal memberikan penggantian kalau terjadi risiko sakit pada Anda dan Anda harus dirawat inap atau rawat jalan.
3. Asuransi Kerugian, yang akan memberikan penggantian kalau terjadi musibah pada barang-barang milik Anda seperti kebakaran pada rumah atau kecelakaan pada mobil/motor Anda.

Jadi, mau nunggu apa lagi? Segera hitung ulang keadaan keuangan Anda saat ini, dan coba pertimbangkan untuk ambil asuransi. Jangan sampai terjadi risiko dulu, baru menyesalnya belakangan. Amit-amit deh.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan

Read More ..

Lima Perkara

Gunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara:

  1. masa mudamu sebelum tua
  2. masa sehatmu sebelum sakit
  3. masa lapangmu sebelum sibuk
  4. masa beradamu (kaya) sebelum jatuh miskin
  5. masa hidupmu sebelum mati
(Hadith Riwayat Muslim dan Tirmizi dari Amru bin Maimun r.a.)

Apakah kita sudah mengikuti anjuran ini? Apakah kita sudah menjaga kesehatan kita dengan mengatur pola makan dan olahraga?
Bagaimana kita memproteksi diri kita dari sakit?
Dana apakah di masa hidup kita sudah menyiapkan masa pensiun kita?
Apakah dalam semasa hidup kita sudah menyiapkan masa depan buat anak dan keluarga ketika kita sudah tiada?

Thanks to Rile

Read More ..

Menabung versi Pak Tony

Pak Tony memiliki cita-cita yang sama dengan Pak Ali dan Pak Robert. Untuk itu Ia menabung jumlahnya sama ( 2 juta per bulan) di PT PLA. Pada bulan ke-4 ia divonis dokter terkena penyakit yang mengharuskan ia menyiapkan 250 juta rupiah.

Atas kejadiannya tersebut, Pak Tony akan diberikan uang sebesar Rp 250 juta (gratis) untuk berobat, dan selanjutnya Pak Ali tidak perlu menabung lagi karena tabungannya secara otomatis akan ditambah terus-menerus (setiap bulannya sebesar Rp 2 juta) sampai Pak Ali berumur 65 tahun dan dana yang ada di tabungannya dapat digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan dana pensiun.

Read More ..

Cara menabung versi Pak Ali

Setiap manusia bekerja untuk memperoleh penghasilan. Setelah dibelanjakan, sisa penghasilan akan ditabung.

Menurut survey, umumnya tujuan Orang menabung/menginvestasikan uangnya :

1. Untuk dana darurat keluarga

2. Untuk dana pendidikan anak-anak

3. Untuk dana pensiun di hari tua / masa depan lebih baik

Dengan demikian ketiga tujuan menabung itu boleh dikatakan sebagai cita-cita setiap kepala keluarga sebagai bentuk rasa sayangnya kepada keluarganya. Untuk memperoleh tabungan yang cukup untuk memenuhi ke-3 hal di atas maka orang harus menabung 10 – 20 tahun secara teratur.

Untuk memenuhi rencana jangka panjanganya, Pak Ali menabung di Bank plus Asuransi. Setiap bulannya dia menabung 2 juta.

Pada bulan ke-3 Pak Ali terkena sakit sehingga mengharuskan ia masuk RS dan memerlukan biaya sebesar Rp 250 juta.
Atas kejadian itu, Asuransi akan memberikan uang sebesar Rp 250 juta kepada Pak Ali untuk berobat. Tetapi apakah masalah Pak Ali telah selesai? Bagaimana dengan nasib tabungannya yang akan digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan dana pensiun? Dapatkah Pak Ali yang sedang sakit bekerja secara optimal dan meneruskan tabungannya?

Read More ..